Saturday, February 5, 2011

my hair is too straight


Terinspirasi dari komik jepang gue jadi stres gara gara nyoba kepang rambut **AAA** ( gue gatau namanya -_- haha) udah nyari di google caranya eh pas nyobanya gabisa haha hasilnya? Maksa -_- mood gue pun berubah karena muncul pikiran bahwa rambut gue akan berubah keriting kalo lama dikepang, ada kali 3 jam-an gue kepang. Pas gue buka seneng banget gara gara keriting alami gitu (re: ga kaya buatan) berhubung gue mau abadiin makanya gue langsung buka lemari dan pake baju yang cocok tapi…………………………. Pas gue ngaca rambut gue udah ga keriting gitu malahan HAMPIR lurus lagi :|

Ohya gue punya cara baru dan sering gue coba. rambut gue dicepol gitu yaaaa hasilnya lumayan dan lebih tahan lama dari pada yang pertama tapi pas gue sisir (karena agak ngembang gitu) ADAKADABRA ga keriting lagi -_- *meggerutu apa sih yang salah sama rambut gue?

Yang terakhir pas gue blow ikal, gue senang rambut gue ikal beneran akhirnya :) walaupun gak sampe 24 jam lurus lagi tapi paling enggak gue udah pernah ngeliat rambut gue keriting haha

Sebenernya gue bersyukur dan suka kok sama rambut gue, tapi gpp kan kalo gue sekali sekali pengen ngeliat rambut gue berubah jadi ikal atau semacamnya :p oh ya maaf ya ini post rada gapenting jadi kalaupun gadibaca juga gpp :) hehe

4 Years ago


Kejadian yang sampai sekarang masih terus berputar di benakku. Ya, memori ku akan 4 tahun lalu.
- - - - - - - - - - -
Suara ketukan pintu itu mengusik tidurku, namun itu tidak mampu membangunkan ku dari mimpi mimpiku yang panjang akan harapanku yang belum tercapai. Tidak nyata tapi begitu kuat mengikatku. Tetapi semakin lama aku dalami semakin gusar ketukan yang ku dapat. Akhirnya aku terbangun dan dengan lunglai kulihat jarum jam yang menunjuk ke angka 01.30, dalam hati ku bertanya ada apa orang mengetuk pintuku pagi pagi buta?

Aku berjalan makin cepat seiring ketukan yang membelah kesunyian di malam itu. Tanpa berkata kata aku melihat mereka. Ya, orang tua ku. Wajah mereka begitu penuh kekhawatiran akan sesuatu yang aku tak tahu. Mereka mengatakan sesuatu yang membuat jantungku berpacu lebih cepat, aku lari ke kamar salah seorang yang sudah lama kukenal. Saudara lelakiku. Bersama mereka aku bangunkan adikku dan segera aku tarik ke dalam kendaraan yang sangat kukenal.

Tanpa bertanya tanya akan kemana aku dan adikku dibawa, aku berdiam menghitung detik demi detik, menit demi menit. Sejujurnya aku sudah mulai mencerna apa yang terjadi dan kemana arah perjalanan ini. Sampai akhirnya dering telepon itu pun nyaring terdengar di tengah kesunyian perjalananku. Wanita yang yang duduk di bangku depan yang tak lain tak bukan adalah ibuku segera mengangkat telepon itu. ia menahan pilu dan air mata yang mulai menetes sambil mendengarkan telepon genggamnya. Setelah telepon itu ditutupnya, ia segera menyebut nama kakekku berkali kali. Terdengar sangat menyakitkan di telingaku. Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana parasku saat itu yang aku yakini adalah satu. Aku tak mau ini terjadi.

Sesampainya di rumah itu, rumah yang penuh kenangan indah akan kakekku. Dengan lunglai aku berjalan masuk dan duduk di tepi balkon. Tak sanggup melihat ibukku ataupun nenekku. Yang aku tahu beberapa orang menepuk pundakku dan mengatakan aku harus bersabar akan apa yang telah terjadi. Ya, kakekku telah tiada. Orang yang sangat pendiam namun penuh kasih sayang telah tiada. Orang yang meyakinkanku bahwa aku bisa melakukan segala yang aku inginkan telah tiada, meninggalkanku di dunia yang tidak abadi ini.

Akhirnya aku berdiri dan memeluk nenekku,ibukku dan entah siapa lagi aku tak menyadari sepenuhnya.. Menunggu jasadnya datang dari rumah sakit itu. Aku tenggelam akan pikiran bahwa kakekku masih hidup. Terlebih saat aku melihatnya perlahan datang dibopong ayahku, pamanku serta beberapa orang yang tak ku kenal. Wajahnya begitu damai dan begitu familiar di benakku. sekilas aku melihatnya seperti sedang tertidur pulas tetapi saat kusentuh lengannya aku tahu ia bukan sedang tertidur. Tangan nya terasa dingin, juga asing. untuk terakhir kali ku kecup dahinya dan kututup kembali wajahnya yang terlihat seperti tersenyum dengan kain bermotif rumit itu.kulihat orang orang disekitarku, wajah mereka menggambarkan perasaan sedih yang amat dalam dengan mulut bergerak membaca ayat ayat surat yasin yang mereka pegang sebelah tangan.

Aku tak tahan melihat ekspresi keluargaku. Namun aku sadar mereka juga tak tahan melihat ekspresi di wajahku. Aku beranjak dari tempatku dan berjalan kearah cermin. Kulihat mataku yang memerah dan terlihat gelap di sekitarnya. Beberapa helai rambut ku pun jatuh di depan wajahku. Aku akhirnya mencuci wajahku dengan air dan menyisir rambutku. Aku masuk kekamar berganti pakaian berlengan panjang. Aku juga mengambil helaian kerudung di belakan pintu kamar dan memakainya.

Aku terus membaca ayat demi ayat selama proses itu. Masih jelas tertulis dalam benakku bagaimana sanak famili, tetangga serta saudara saudara jauh berdatangan mengucapkan bela sungkawa. Mereka ikut terhanyut dalam lingkaran kesedihan karena salah satu orang aku sayangi telah tiada. Tak lain tak bukan, kakekku.

Sampai tiba akhirnya kakekku akan dikuburkan. Dengan perasaan tak karuan aku mengikuti semua proses itu. Kulihat sekeliling tidak ada nenekku disana. Aku menarik nafas panjang, ternyata nenekku pingsan tidak tahan menahan perasaan ditinggalkan yang bergejolak dihatinya. Air mata ku menetes seiring khusyu nya prosesi itu. Doa doa dan ayat ayat yang dipanjatkan saat sedang menguburkanya terdengar buram dibenakku. Pikiranku pun terbagi. Dan semuanya gelap.

Aku membisikan & memanjatkan doa, meratapi semua kejadian hari itu dengan kesedihan hanya untuk satu harapan yang terus ku pikirkan. Semoga kakekku bahagia di alam sana dan berada di tempat yang baik di sisi nya serta semua amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. AMIN.

Note : gue nulis ini gara gara ga sengaja dengerin kenangan terindah –samsons :’(

Friday, February 4, 2011

kenyataan



Kenyataan itu adalah suatu hal yang patut buat di syukuri. Walaupun kadang kadang pahit banget dan kita gak kuat buat ngadepinya. Tapi itulah kenyataan, yang gak pandang bulu kita ini siapa teteeeeep aja nyerang. Kenyataan itu kaya kita lagi beli kue di toko yang sama sekali kita gatau toko kue apa itu (enak apa enggaknya). Pas keluar kue yang enak kita langsung makan dengan lahapnya. Tapi pas yang keluar kue yang ga enak, langsung males malesan makannya. Dan pengen buang itu kue ke tong sampah.
Roda hidup terus muter, waktu juga gak akan pernah berhenti mau sekuat apapun kita tahan. Kenyataan itu kadang berat dan bikin kita serasa pengen bunuh waktu ( itu yang gue rasain hehe) tapi pada akhirnya gue sadar bahwa percuma kalo gue nyoba berhentiin waktu biar bisa balik ke dulu lagi, jadi mending gue buat kenyataan itu serasa lebih ringan. Susah tapi……… itulah kenyataan Cuma satu yang bisa gue, kita lakuin : hadapin.
Terkadang gue juga merasa kenyataan itu adalah monster menyebalkan yang sewaktu waktu pasti akan datang lagi dan berusaha memporak porandakan hidup gue. jadi gue bertekad buat nyari super hero pelindung yang bisa ngalahin monster itu. Tapi sekali lagi gue salah, satu satunya yang bisa bantu gue ngadepin kenyataan ternyata cuma satu. Diri gue sendiri.
Well, sampai saat ini pun gue masih berusaha buat ngadepin monster menyebalkan itu yaitu kenyataan yang “nyatanya” pasti akan balik lagi buat ngetes kemampuan perlindungan gue hahaha  mari bareng bareng kita hadapin kenyataan, karena kenyataan Cuma butuh diri kita sendiri buat ngadepinnya.

when someone flirts you doesnt mean they like you #damnitstrue


“you know what? This evening he said hello to me”

Gue tau mungkin ini gimana buat diomongin tapi…. Please let me writing this posting  ini semata mata bukan buat nyindir siapapun, tapi cuma sekedar tulisan dari orang yang emang pengen belajar menulis.

Lo mungkin pernah ngerasain rasanya seneng (oke mungkin ga seneng) diliatin sama orang yang mungkin kitapun gapernah berpikir dia bakal ngeliatin kita. Atau lo pernah ngalamin di sapa dengan senyuman (oke -_- cengiran cukup za) sama orang yang bener bener mimpi aja gapernah disapa ha ha, tapi itu kadang kejadian loh.

Bukan berarti gue mau sinis dengan bilang “its just a hello” tapi memang begitu kenyataannya. Orang ada yang emang baik hati selalu senyum sama semua orang atau dia emang tipe orang yang “flirty” & suka nyari orang buat objek buat temen smsan. -_- memang hal hal yang sentimentil kaya kita pikirin jarang disadari sama orang kaya gitu daan I know its suck. Kita mikir yang sesuai harapan kita tapi orang itu? Belum tentu kan dia mikir kaya kita? Mungkin aja dia cuma mikir “ yaelah gue cuman senyum sama smsan. Wajarlah temenan kaya gitu”. Gue gamau nulis terlalu panjang karena gue tau lo udah bisa ngartiin sendiri lah selain itu bakal jadi ulasan panjang membosankan kalo diterusin haha

Jadi intinya adalah, setiap orang berbeda. Pikiran berbeda. Sifat berbeda. Lalu dimana kita gantungkan kepercayaan kita akan harapan terhadap orang yang hanya senyum kepada kita, bila semua dipisahkan oleh jurang yang kita sebut “perbedaan”. hei senyuman itu tetap senyuman yang banyak punya arti. Dan kita belum bisa melewati jurang perbedaan hanya dengan seulas senyuman atau kata kata halo yang belum bisa kita pastikan apa arti dibalik semua itu. :p

edelweiss


Gue sebenernya pengen nulis tentang ini udah lama banget gitu, kalo gak salah dari bulan juli hehe tapi ya baru kesampean sekarang gitu. Sejujurnya gue gatau loh apa yang gue bahas tentang bunga ini penting atau enggak,soalnya ini tuh cuma sejurus pikiran yang langsung aja di ketik :D tapi semoga punya manfaat ya buat dibaca.
Bunga abadi atau emang udah mati?
Kepikiran gak sih kalo kadang sesuatu itu kalo mau abadi harus mati dulu? Oke bukannya sinis tapi ya ini Cuma pikiran selintas aja.

Contohnya :

1. vampir, kan katanya abadi. Tapi untuk jadi vampir itu sendiri kita harus digigit dulu terus ngerasain kesakitan yang kalo sakitnya bukan karena digigit vampir kita udah mati. Jadi ya sama aja kan kita udah mati dulu sebelum jadi mahluk immortal (vampir) .

2. surga , neraka / kehidupan setelah kematian, katanya kan hidup kita di dunia ini Cuma sementara , yang abadi akan kita rasakan setelah kita nanti mati. Dan kehidupan setelah itu katanya akan abadi dan bersifat “ever after”

3. mungkin ada contoh lain tapi belum terpikirkan haha

jadi intinya menurut sedikit contoh diatas kita perlu mati terlebih dahulu untuk merasakan keabadian, lalu apakah itu yang terjadi pada bunga abadi (edelweiss) ?
mungkin bagi yang udah punya atau mungkin udah liat emang ada yang merasa bahwa edelwaist itumemang bunga abadi well, pertanyaannya kenapa lo ngerasa begitu?

Jawaban gue pribadi karena gue merasa bunga itu “udah mati” jadi menurut gue bunga itu udah gabisa mati lagi (udah abadi :P) karena kayanya bunga itu udah ga idup lagi, warnanya aja coklat muda pucet pucet gitu -,- jadi ya keliatanya udah layu tapi masih hidup. Kalo ada jawaban berbeda ya gamasalah 

Hubungan bisa abadi kalo dikasih bunga ini?
Em menurut gue ini masih mitos, karena sebuah hubungan gabisa abadi dengan hanya dikasih bunga ini. Walaupun pasti seneng kalo kita dikasih bunga kaya gini. Karena bunga ini ga mudah ditemuin kaya bunga mawar, melati,kamboja (loh?) . Tapi Cuma ada di daerah pegunungan. Jadi dapetin nya harus penuh usaha :D
Oiya ada contoh juga loh kenapa gue bilang ini Cuma mitos. guru les gue cerita, dulu sama mantannya -yang kebetulan suka daki gunung, dia suka dikasih bunga edelwaist sampe jadi bundelan gitu (re:banyak) tapi pada akhirnya dia nikah sama orang yang Cuma ngasih dia bunga mawar (bukan edelwaist bukan kaya yang tadi pertama.), guru les gue intinya gapunya hubungan abadi tuh sama orang yang sering ngasih edelwaist dan malah nikah sama orang lain. Jadi sampe saat ini gue Cuma nyebut itu mitos hehe tapi kalo lo ada yang percaya juga gpp, terserah.. 

Seabadi apapun bunga itu, itu Cuma bunga. Mungkin punya arti khusus tapi tetep itu hanya sebuah bunga yang “katanya” melambangkan keabadian. Tapi jangan terlalu dipuja puja juga karena sekali lagi itu Cuma bunga.

Well baru itu yang kepikiran untuk diketik, kalo ada kekurangan mohon maaf ya karena gue bukan penulis tapi cuma orang yang iseng menulis. :)